Performance Planner : Sebuah Tools Dari Google Untuk Memprediksi Performa Campaign Anda Di Masa Depan

Said

Last Update: April 22, 2021

Written by : Said

Performance Planner : Sebuah Tools Dari Google Untuk Memprediksi Performa Campaign Anda Di Masa Depan

 

Apakah Anda baru beriklan dengan Google Ads, dan kebingungan dalam mengalokasikan biaya iklan Anda ke dalam campaign?

Bayangkan Anda ingin mengalokasikan biaya iklan Anda sebesar 10 juta. Biaya tersebut ingin Anda top up ke dalam sepuluh campaign berbeda.

Bagaimana cara Anda mengalokasikan biaya iklan Anda?

Google punya jawabannya.

Di dalam dashboard Google Ads ada sebuah fitur yang membantu para pengiklan untuk merencanakan budget iklan yang akan digunakan.

Nama fitur tersebut adalah Performance Planner.

 

Dengan Performance Planner Anda dapat mengetahui estimasi berapa banyak conversions yang Anda dapatkan dengan menghabiskan budget sekian juta. Anda juga akan tahu estimasi berapa harga yang harus Anda bayarkan untuk mendapatkan satu conversions.

Tools ini akan sangat membantu Anda agar memiliki ‘gambaran’ berapa banyak hasil yang akan Anda dapatkan.

Ini juga akan sangat membantu sebagian dari Anda sebagai seorang pengiklan. Anda bisa memberitahukan laporan Performance Planner ini kepada tim ataupun klien Anda.

 

Kegunaan Performance Planner

Berikut beberapa manfaat yang Anda dapatkan jika menggunakan Performance Planner

  1. Membuat plan (prediksi) untuk memprediksi performa campaign Anda di masa depan
  2. Sebagai alat untuk menilai performa iklan Anda secara bulanan
  3. Tools ini bisa memberikan Anda saran untuk mendapatkan performa campaign yang paling optimal
  4. Membantu Anda memahami jika ada bagian dari campaign yang Anda ubah maka proyeksi iklan Anda di grafik Performance Planner pun akan berubah.

 

Agar Campaign Bisa Menggunakan Performance Planner

Tidak semua campaign bisa menggunakan Performance Planner. Berikut beberapa syarat campaign yang bisa menggunakan fitur Performance Planner:

  1. Campaign sudah berjalan minimal 72 jam atau 3 hari
  2. Campaign Anda mendapatkan setidaknya 3 klik iklan dalam 72 hari terakhir
  3. Campaign minimal mendapatkan 1 conversions dalam 7 hari terakhir jika objective campaign adalah conversions
  4. Campaign Anda menggunakan objective manual CPC, enhance CPC, Target CPA, Max Click, atau Maximize Conversions

  

Performance Planner tidak bisa meramal performa campaign Anda jika:

  1. Campaign Anda sudah dihapus
  2. Campaign Anda menggunakan sharing budget
  3. Campaign mengalami perubahan signifikan dan baru berjalan kurang dari 7 hari tanggal Anda merubah campaign Anda (campaign mode : learning)
  4. Campaign Anda tidak menggunakan objective manual CPC, enhance CPC, Target CPA, Max Click, atau Maximize Conversions

 

Bagaimana Cara Performance Planner Menyajikan Data Prediksi Yang Tepat

Performance Planner menyajikan data kepada Anda dengan menganalisa miliaran search queries dari data Google. Dengan banyaknya data ini, Performance Planner dapat mensimulasikan proses bidding iklan (ad auction). 

Banyak sekali variabel yang dianalisis dalam proses ad auction ini seperti apakah waktu/musim saat itu mempengaruhi iklan Anda. Biasanya ada beberapa waktu dalam setahun dimana banyak sekali orang yang menghabiskan biaya iklannya untuk mendapat target sekian sales.

Selain itu, aktivitas kompetitor juga mempengaruhi. Bid yang dilakukan kompetitor, kata kunci mereka, landing page mereka dan lainnya.

Dan juga, tentang campaign Anda, termasuk landing page Anda.

Dari proses diatas, Performance Planner akan memberikan gambaran tentang performa campaign Anda dan proyeksi campaign Anda di ‘masa depan’. 

 

Cara Menggunakan Performance Planner

Berikut cara menggunakan Performance Planner

  • Masuk ke akun Google Ads Anda lalu klik menu “Performance Planner”

 

  • Klik icon “+” untuk membuat plan campaign Anda

 

  • Pilih salah satu campaign Anda, lalu klik “continue”

 

  • Lalu atur beberapa hal berikut untuk membuat plan campaign Anda

 

Keterangan

  • Forecast period : Periode kapan Anda ingin memprediksi performa campaign Anda
  • Select a metric   : Pilih “Conversions”. Selain conversions Anda bisa memilih “Click”
  • Conversion rate will be similar to : Pilih “last 7 days” (umumnya). Data ini dijadikan acuan Performance Planner dalam membuat prediksi performa di masa depan. Jika Anda memilih opsi lain, contohnya saja “last 30 days”. Maka hasil dari ramalan Performance Planner pun bisa berbeda 
  • Target (optional) : Ini menjelaskan berapa target yang ingin Anda capai. Misal Anda mentarget dapat 50 conversions per bulan maka Performance Planner akan membuat skema berapa banyak biaya yang harus Anda keluarkan untuk mendapatkan conversions tersebut.
  •  

Anda bisa mengubah keterangan diatas walaupun jika draft plan sudah dibuat.

Berikut gambar hasil draft plan Performance Planner

Ada apa saja di dalam draft plan Performance Planner ini

 

Grafik Performance Planner

Grafik ini menunjukkan performa campaign Anda di masa depan. 

Titik abu-abu (yang diberi kotak merah) merupakan performa campaign Anda saat ini.

Titik biru (yang diberi kotak merah) merupakan performa campaign Anda yang masih direncanakan. Anda bisa menggeser titik ini untuk mendapatkan gambaran performa iklan Anda jika Anda mengeluarkan biaya iklan sekian.

Jika Anda menggeser titik biru maka tulisan angka ( di dalam kotak hijau) akan berubah sesuai dengan titik biru tersebut.

 

Tabel Di Bawah Grafik Performance Planner

Tabel ini menjelaskan lebih lanjut tentang grafik sebelumnya. Berikut beberapa kolom di tabel ini yang harus diperhatikan

 

  • Existing : Angka di kolom ini menunjukkan performa campaign Anda saat ini
  • Planned : Angka di kolom ini menunjukkan performa campaign Anda jika Anda mengikuti 

  rencananya yang sudah Anda buat di grafik diatas (Ingat titik biru sebelumnya)

  • Diff : Perbedaan antara existing dan planned

 

Tab Compared Performance

Seperti yang dikatakan di awal tulisan ini.

Performance Planner bisa membantu Anda menjelaskan rencana campaign Anda kepada tim atau klien.

Bagan seperti ini akan memudahkan orang lain yang tidak terlalu mengerti campaign Anda, agar mereka lebih mudah memiliki gambaran tentang rencana campaign Anda.

 

Keterangan Chart

  • Warna Kuning : Performa campaign Anda sebelumnya. Anda bisa menyesuaikannya 

  dengan mengubah jangka waktu di tulisan past performance (di dalam  

  kotak orange).

  • Warna Abu-Abu : Performa campaign Anda saat ini
  • Warna Biru : Performa campaign Anda di masa yang akan datang jika Anda 

  mengikuti angka dari Performance Planner.

 

Kesimpulan

 

Performance Planner merupakan salah satu tools Google Ads yang bisa membantu Anda merencanakan budget campaign Anda. Walaupun tools ini bisa memprediksi dengan tepat, namun angka yang ada bukanlah jaminan untuk campaign Anda. 

Anda harus tetap mengoptimasi dan secara reguler melihat Performance Planner. Karena saat Anda melakukan perubahan di campaign Anda, prediksi yang dilakukan Performance Planner juga akan ikut berubah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ALSO ON LEJITKANOMSET