#MiniArticle: 17 Kesalahan Dalam Membuat Landing Page (LP)

rsz_alfan-1024x1024

Last Update: December 04, 2020

Written by : Alfan

17 Kesalahan Dalam Membuat Landing Page (LP)

 

kesalahan dalam landingpage
Source

 

1. LP loadingnya lama… LP lemot membuat campaign boncos!

2. Hanya membuat satu LP tuk semua visitor. Gak testing beberapa LP dengan angle berbeda. Buat “Ad Grid” untuk mentarget buyer.

Kapan kapan akan bahas tentang Ad Grid… InsyaAllah

3. Design LP gak berkonsep. Pemilihan warna layout, font, white space dalam LP, dll. Sehingga LP kurang enak dilihat…

Jika LP terkesan amatir, orang susah percaya tuk beli.

4. Seringnya LP dibuat dengan alur dan runtutannya kurang pas… Hal ini tidak ada aturan baku, cuma kita harus bisa melihat dari sudut pandang visitor. Bagaimana urutan terbaik dalam menyajikan penawaran ini, sehingga mereka tertarik dengan penawaran kita.

5. Gak di optimasi untuk mobile. 90% orang skrg browsing menggunakan HP. Buat LP yang enak dibaca di mobile

6. Info disajikan gak to the point. Orang skrg ketika melihat LP, hanya di scan saja… dilihat sekilas saja.. gak dibaca kata per kata… 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐚𝐧𝐝𝐚 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐋𝐏 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐩𝐞𝐫 𝐤𝐚𝐭𝐚?

Anda mungkin membaca artikel ini juga dengan scanning saja 🤣

7. Tidak membahas keraguan pembeli. Calon pembeli pasti memiliki keraguan. Bahas keraguan tsb dan kasih solusinya (garansi, free trial, retur, dll)

8. Tidak menggunakan scarcity (keterbatasan). Buat keterbatasan sehingga visitor take action saat ini juga. (penawaran member terbatas, stock terbatas, diskon terbatas, waktu terbatas, dll)

9. Tidak memberikan value yang jauh lebih mahal dari harga yang dijual. Jika jualan kita harganya biasa saja, atau sebanding atau mirip dengan kompetitor, maka akan sedikit orang yg beli. Tidak ada istimewanya… 𝐁 𝐚𝐣𝐚.

Jika kita berikan bonus bonus exclusive yg terkesan mahal dan mevvah dan banyak, seringkali orang beli ke kita karena bonus bonus tersebut.

Bahkan otak kita membenarkan pembelian tersebut, karena harganya “murah banget”

Cari bonus bonus yang harga produksinya murah, namun terlihat premium dan mahal (seperti ebook, webinar, plugin, video courses, kupon, exclusive group, dll)

10. Funnelnya terlalu singkat. 𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐠 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐭𝐮𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐚𝐫𝐢𝐤 𝐧𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐥𝐢 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢. Orang yg tertarik INGIN beli produk kita ada banyak, namun bukan saat ini (misal karena belum punya uang, belum percaya, belum butuh banget, dll)

Tangkap orang orang tersebut dan olah dalam kolam tertentu. Entah dalam FB group, telegram, WA, email list, dll. Penting banget!

Kolam ini manfaatnya banyak:

a. sarana branding bisnis kita
b. tidak tergantung pada paid ads terus. bisa closing dari kolam yang kita rawat
c. bisa tahu kebutuhan pasar seperti apa via ngobrol dengan followers/subscribers kita.
dst

11. Tidak ada pembeda dengan kompetitor. Lakukan analisis SWOT. Siapa kompetitor kita, dan apa yang bisa kita lakukan secara berbeda. Sekali lagi, yang biasa biasa saja, susah laku di pasaran.

12. Tidak membangun trust sehingga visitor mau beli kepada kita. Bisa via testimoni, portofolio, brand yang kita gunakan, endorse artis atau lembaga, sertifikasi, foto kantor, foto tim, dll.

13. Tidak ada up sell. Kita bisa jual murah di penawaran utama, namun kita ambil labanya di up sell-nya.

𝐁𝐮𝐚𝐭𝐥𝐚𝐡 𝐮𝐩 𝐬𝐞𝐥𝐥, 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐛𝐚 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐦𝐛𝐞𝐫 𝐯𝐢𝐬𝐢𝐭𝐨𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐜𝐨𝐬𝐭 𝐢𝐤𝐥𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐦𝐚.

14. Tidak memikirkan kondisi atau status calon pembeli. Ini terkait dengan tips nomer 10. Kebanyakan imers skrg lsg hard selling. Alurnya iklan > LP > WA > Closing. Sudah…

Padahal orang yg berniat LANGSUNG beli produk kita saat itu juga cuma 3% (atau bahkan bisa jadi lebih kecil) (Data dari Buku The Ultimate Sales Machine, Chet Holmes).

Visitor yang ingin beli namun masih ragu ragu ada 60%… uang besarnya ada di porsi yang 60% ini (bukan yang 3%)…

Pikirkan kondisi atau status orang yg 60% ini dan yakinkan supaya mereka mau beli…

Ada banyak metode funnel terkait status atau kondisi visitor >>> Tofu, mofu, bofu; AIDA, Inbound-nya Hubspot, dll.

15. Button Call To Action tidak kontras warnanya. Saya sering melihat ini di banyak LP. Buatlah tombol CTA yang warnanya kontras. Tombol CTA yang kontras, akan membuat konversi semakin tinggi.

16. Form pengisian yang terlalu banyak. Orang jadi males isi kalau form yang harus di isi ada banyak.

Kecuali mereka yang butuh kita, bisa kita filter orang orang terbaik dengan form yang panjang (misal ketika pasang lowongan kerja).

17. Tidak testing dan double check LP sebelum di iklankan. Kadang ada code yang belum dipasang, gambar yg salah, typo, dll.

𝐒𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐨𝐮𝐛𝐥𝐞 𝐜𝐡𝐞𝐜𝐤 𝐋𝐏 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐝𝐢 𝐢𝐤𝐥𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐧. 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐢𝐥𝐥 𝐬𝐚𝐯𝐞 𝐲𝐨𝐮 𝐦𝐨𝐧𝐞𝐲.

###

mau campaign google ads kamu di manage oleh ahlinya?

skuyyy kesini >> lejitkanomset

###

Atau Join FB Group Google Ads Tribe tuk belajar lebih dalam tentang Google Ads dan CRO (conversion rate optimization)

Grup Facebook

#withlove #majuteruspantangmundur #ahaddigital

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Categories

ALSO ON LEJITKANOMSET

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x